Isi One Night One Hadis, Ust. Jamil Ajak Santri Abdi Marier Menjaga Lisan

Ustadz Jamil, selaku Ketua Yayasan PP. Abdi Marier, secara konsisten mengisi kegiatan One Night One Hadis yang digelar dua minggu sekali di rumah-rumah santri putra maupun putri dengan bergantian. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan ruhani dan motivasi santri, meski waktunya fleksibel dan umumnya berlangsung pada Sabtu malam Ahad.

Dalam salah satu kesempatan, setelah Saudari Fitria membacakan hadist “Qul khairan aw liyasmut” (katakanlah yang baik atau diamlah), Ustadz Jamil dalam penjelasannya, menekankan bahwa lisan merupakan cermin kualitas keimanan seseorang. Perkataan yang keluar dari mulut seseorang menunjukkan sejauh mana iman itu dijaga dan diamalkan.

Ustadz Jamil, memberikan contoh terjadinya konflik sesama teman

Beliau menjelaskan bahwa banyak konflik, pertengkaran, bahkan permusuhan besar bermula dari lisan yang tidak terjaga. Mengolok-olok nama orang tua sesama teman di kamar atau di sekolah, sering dianggap candaan, padahal dapat melukai perasaan dan memicu pertikaian yang berkepanjangan.

Bicara sendiri (dalam majlis) termasuk kelalaian menjaga lisan

Sebagai contoh konkret, Ustadz Jamil menyinggung perilaku seorang santri bernama Rama yang berbicara sendiri saat bermain. Hal tersebut dijadikan pelajaran bahwa berbicara tanpa tujuan dan tanpa adab juga termasuk bentuk kelalaian dalam menjaga lisan, meski terlihat sepele.

Melalui penjelasan tersebut, Ustadz Jamil menegaskan bahwa jika seseorang belum mampu berkata baik, maka diam adalah pilihan terbaik. Sebab, apa yang dianggap biasa oleh diri sendiri belum tentu biasa bagi orang lain. Menjaga lisan berarti menjaga persaudaraan dan keselamatan bersama, baik pada guru, orang tua dan teman sendiri.($@)

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment